Jumat, 20 Juni 2014

Bahaya Syirik

Bismillah.
Wahai saudaraku kaum muslimin yang kami cintai karena Allah , semoga Allah membantu kita untuk bisa berzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepadanya serta menjauhkan kita dan keluarga kita dari dosa terbesar, yaitu syirik. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kita semua untuk beribadah hanya kepada-Nya saja dan dia melarang kita menyekutukannya dalam peribadahan, karena orang-orang yang beribadah kepada Allah bersamaan juga beribadah kepada selain Allah baik beribadah kepada nabi, malaikat, orang sholeh, wali, patung, pohon maupun yang lainnya, maka mereka telah menyekutukan Allah, perbuatan itu dinamakan syirik sedang pelakunya disebut musyrik.


Perbedaan Antara Syirik Besar Dan Syirik Kecil
Para ulama menyebutkan bahwa perbedaan antara syirik besar dan syirik kecil yaitu :
a. Syirik besar menyebabkan pelakunya keluar dari Islam sedangkan syirik kecil tidak mengeluarkan dari Islam.
b. Syirik besar menggugurkan seluruh amalan, adapun syirik kecil tidak menggugurkan kecuali amalan yang tercampur dengan syirik kecil saja.
c. Syirik besar menyebabkan halal harta dan jiwa pelakunya.
d. Pelaku syirik besar jika mati kekal di dalam neraka sedangkan pelaku syirik kecil jika mati tidak kekal di dalam neraka.
e. Syirik besar tidak akan diampuni oleh Allah  kecuali jika pelakunya bertaubat sebelum mati, adapun syirik kecil maka pelakunya berada di bawah kehendak Allah , menurut pendapat yang lebih benar dari pendapat para ulama.

Tidak Takutnya Seseorang Terjatuh Dalam Kesyirikan Menunjukkan Lemah Tauhidnya. Dalilnya bahwasanya Nabi Ibrohim berdo’a kepada Allah agar menjauhkannya dari beribadah kepada berhala.
Sebagaimana firman Allah: Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim : 35)
Berkata Syaikh Sulaiman Bin Abdillah di dalam Kitab Taysirul Azizul Hamid hal. 118 :
“Apabila Nabi Ibrohim saja memohon kepada Allah  agar menjauhkan dirinya dan anak keturunannya dari beribadah kepada berhala maka bagaimana pendapatmu dengan selain Nabi Ibrohim ? Sebagaimana perkataan Ibrohim At Taimy: “Siapakah yang merasa aman dari bala‟ setelah Nabi Ibrohim           ? (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim)
Sebagaimana telah berlalu bahwasanya Nabi bersabda kepada para sahabatnya; Artinya : “Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah perbuatan syirik kecil, kemudian beliau ditanya tentang itu, dan beliaupun menjawab: yaitu riya'.”(HR. Ahmad, Thobroni dan Abi Dawud)
Jika Nabi saja khawatir terhadap para sahabatnya padahal mereka mentauhidkan Allah di dalam peribadatan dan paling semangat melakukan keta‟atan maka karena kekhawatiran terjatuh pada kesyrikan tersebut maka merekapun berhijrah, berjihad memerangi orang-orang yang kafir kepada Allah dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yg mengetahui apa yang didakwahkan Nabi kepada mereka dan memahami apa yang Allah turunkan didalam kitabnya berupa keharusan ikhlas/memurnikan ibadah hanya untuk-Nya dan perintah untuk berlepas diri dari kesyirikan namun ternyata Rasulullah masih khawatir terhadap mereka, lalu bagaimana tidak dikhawatirkan terhadap orang-orang yang tidak dinisbatkan kepada mereka sebagai orang yang berilmu dan tidak pula beramal, seharusnya lebih dikhawatirkan lagi mereka terjatuh pada kesyirikan (Qurrotul„uyun Al Muwahhidin : 45)

Demikinlah beberapa bahaya kesyirikan yang disarikan dari karya-karya para ulama rahimahumullah. Semoga kita semua dengan hidayah dari Allah bisa terhindar dari berbagai macam dan bentuk kesyirikan terjadi di sekitar kita. Amin yaa rabbal alamin.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers